10 Wisata Unggulan dari Kementerian Pariwisata Indonesia

26/09/2017
Wisata

Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Pariwisata Indonesia adalah dengan menetapkan 10 wisata unggulan. Kesepuluh wisata ini dipilih berdasarkan potensi yang luar biasa yang diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan. Berikut 10 wisata unggulan :

Taman Nasional Wakatobi

Taman Nasional Wakatobi

Terdiri dari empat pulau utama, Taman Nasional Wakatobi merupakan gugusan pulau yang memiliki potensi alam bawah laut luar biasa. Menurut para ahli, perairan di sini memiliki sekitar 112 gugusan terumbu karang dan lebih dari 93 spesies ikan degan beragam bentuk juga warna. Hal ini tentunya menjadi pemandangan yang mengagumkan saat kamu menyelam atau snorkeling.

Yang paling khas di Taman Nasional Wakatobi, Pada perayaan hari besar seperti Lebaran dan hajatan masyarakat setempat, biasanya diadakan perhelatan silat lokal yang disebut mansaa. Mansaa melibatkan dua orang, baik anak-anak maupun dewasa, yang beradu silat dan disaksikan oleh ratusan orang di lapangan terbuka. Masyarakat di gugusan pulau Wakatobi percaya bahwa tradisi ini mampu menumbuhkan ikatan persaudaraan yang kuat.

Pulau Morotai

Pulau Morotai

Pulau Morotai berada di Provinsi Maluku Utara dan berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik. Lokasi ini memberikan Pulau Morotai keindahan yang menakjubkan. Berjuluk sebagai “Mutiara di Bibir Pasifik”, pulau ini menjadi saksi penting sejarah Perang Dunia II sebagai lokasi pertempuran sengit Jepang melawan Amerika Serikat. Itu sebabnya, ada banyak peninggalan sejarah yang masih dijaga oleh masyarakat lokal hingga sekarang, seperti kendaraan meriam, landasan pesawat tempur, hingga kendaraan lapis baja yang tersebar di beberapa titik.

Yang paling khas di Pulau Morotai, Kawasan timur Indonesia memang memiliki beragam kuliner khas yang lezat, termasuk Pulau Morotai. Paket menu yang wajib kamu cicipi adalah papeda dan sayur lilin. Jika papeda sudah tak asing, kamu pasti penasaran dengan sayur lilin. Makanan khas Maluku Utara ini terbuat dari tebu telur yang dipotong memanjang dan dimasak menggunakan santan. Selain itu, ada juga gohu ikan yang mirip dengan sashimi khas Jepang karena terbuat dari daging ikan segar yang dipotong dan dibumbu mentah.

Labuan Bajo

Labuan Bajo

Disebut sebagai salah satu kota pelabuhan tercantik di Indonesia, Labuan Bajo memang punya pesona yang tak terbantahkan. Yang paling diunggulkan tentu saja pemandangan matahari terbenamnya dengan siluet kapal yang mengapung di atas perairan jernihnya. Selain itu, kamu juga bisa mampir ke Jalan Soekarno Hatta untuk menikmati suasana kafe khas pesisir dan berpindah dari satu bar ke bar lainnya.

Yang paling khas di Labuan Bajo, Kampung Melo yang berjarak sekitar 17 km dari Bandara Komodo Labuan Bajo adalah desa adat yang masih terjaga di tengah arus modernisasi. Di sini, masyarakat seringkali mengadakan pertunjukan budaya yang menarik perhatian wisatawan, salah satunya adalah Tari Caci. Tarian ini menghadirkan dua lelaki yang bertarung dengan menggunakan cambuk dan perisai. Biasanya, Tari Caci dilakukan di musim panen, perayaan tahun baru, dan untuk penyambutan tamu.

Mandalika

Mandalika

Selama ini, Lombok sudah dikenal sebagai pulau yang kaya akan pantai-pantai cantik menggoda, salah satunya adalah kawasan Mandalika. Sedikitnya, di sini terdapat lima pantai yang akan membuatmu terpukau, yaitu Pantai Tanjung Aan, Pantai Kuta, Pantai Serenting, Pantai Gerupuk, dan Pantai Keliuw. Sempatkan untuk menikmati keindahannya dengan duduk menghadap pantai dan menikmati semilir angin dengan aroma laut yang kental.

Yang paling khas di Mandalika, Tak sulit menemukan makanan enak di kawasan Mandalika dan sekitarnya. Jika sebelumnya, kamu mengenal plecing kangkung dan ayam taliwang sebagai menu andalan di Lombok, kini saatnya mencicipi sate bulayak. Sate ini sebenarnya tak berbeda dengan sate kebanyakan, tapi bulayak lah yang membuatnya berbeda. Bulayak ini merupakan sejenis lontong yang dibungkus dengan daun aren alih-alih menggunakan daun pisang. Cara makan sate bulayak ini, kamu bisa mencelupkan bulayak ke bumbu sate sebelum menggigitnya.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Jika ingin membuktikan keajaiban itu nyata, datanglah ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang memiliki lautan pasir seluas 5.250 km di atas ketinggian 2.100 mdpl. Di kawasan Gunung Bromo sendiri, yang paling disukai oleh wisatawan adalah fenomena terbit dan tenggelamnya matahari karena keindahannya sulit ditemukan di tempat lain. Untuk menikmati lautan pasir yang luas sekali tersebut, kamu bisa berkeliling dengan menunggang kuda sewaan atau mobil Jeep yang tersedia.

Yang paling khas di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Kawasan Bromo memang tak lepas dari legenda rakyat yang dipercaya tentang pasangan suami istri Roro Anteng dan Jaka Seger. Itu sebabnya, kawasan ini juga dijadikan lokasi perayaan Hari Yadnya Kasada oleh Suku Tengger yang diselenggarakan pada hari ke-14 bulan Kasada di penanggalan Jawa. Pada upacara ini, warga setempat akan bersama-sama mendaki ke puncak dan melemparkan sesaji persembahan ke kawah gunung, mulai dari buah, sayur, hingga uang.

Candi Borobudur

Candi Borobudur

Candi Borobudur merupakan kompleks candi Buddha terbesar di dunia yang dibangun pada sekitar tahun 750 dengan gaya arsitektur India. Selain stupa induk di puncaknya, candi ini memiliki 2.672 panel relief, 504 arca Buddha, dan 72 stupa berlubang. Selain bangunan yang megah, lokasi candi yang berada di antara dua pasang gunung, yaitu Gunung Sundoro – Sumbing dan Gunung Merbabu – Merapi, membuatnya memiliki pemandangan alam yang luar biasa indah.

Yang paling khas di Candi Borobudur, Candi Borobudur menjadi lokasi perayaan Hari Raya Waisak setiap tahunnya. Perwakilan umat Buddha dari berbagai negara — mulai dari Thailand hingga Tibet — akan berkumpul untuk melakukan berbagai ritual dan bermeditasi di kawasan candi. Yang paling menarik dari perayaan ini adalah prosesi pelepasan lampion di malam puncak acara sebagai simbol dari rapalan doa baik yang dipanjatkan pada sang Buddha.

Kepulauan Seribu

Kepulauan Seribu

Kamu tentu sudah tak asing lagi dengan nama Kepulauan Seribu. Tak sesuai dengan namanya, jumlah pulau di sini hanya sekitar 105 buah tapi tetap mampu membuatmu terpukau. Jika dilihat dari atas, pulau-pulau ini akan membentuk sebuah gugusan berwarna hijau dengan perairan jernih kebiruan. Sebagian pulau tak memiliki penghuni dan menjadi bagian dari kawasan konservasi. Jadi, tak mengherankan jika ada banyak sekali pulau yang masih perawan dengan potensi alam yang sangat terjaga.

Yang paling khas di Kepulauan Seribu, Salah satu ikon yang paling menarik perhatian adalah Jembatan Cinta di Pulau Tidung, gugusan pulau bagian selatan. Jembatan Cinta memiliki panjang 800 meter dan berfungsi untuk menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Dari atas jembatan, kamu bisa melihat keindahan perairan di sekitarnya dan speed boat yang melintas di kolong jembatan. Konon, jembatan ini bisa membuat wisatawan segera menemukan jodohnya, sehingga ia lebih populer dengan nama Jembatan Cinta.

Pantai Tanjung Lesung

Pantai Tanjung Lesung

Pantai Tanjung Lesung berada di kawasan Banten dan layak dijadikan destinasi liburan singkat di akhir pekan. Dengan garis pantai berpasir putih sepanjang 15 km dan, kamu bisa menikmati pemandangan tropis dengan santai sambil menyantap ikan bakar dan es kelapa muda segar yang dijual di sekitar pantai. Selain itu, kamu juga bisa mencoba melakukan kegiatan air seperti mendayung, naik banana boat, juga jet ski.

Yang paling khas di Pantai Tanjung Lesung, Pantai Tanjung Lesung tak hanya menawarkan panorama pantai yang memikat, tapi juga hal lain di sekitarnya yang menarik untuk dijelajahi. Cobalah mampir ke perkampungan nelayan yang asri dan berada di dekat pantai. Ingin yang lebih menarik? Ikuti kegiatan budaya di Wisata Kampung Cikadu yang menggelar pertunjukan seni secara rutin, mulai dari tarian hingga permainan musik tradisional.

Pantai Tanjung Kelayang

Pantai Tanjung Kelayang

Tak seperti kebanyakan pantai yang berpasir putih halus, Pantai Tanjung Kelayang memiliki ciri khas batuan yang terserak. Bukan batuan kecil, melainkan batuan besar yang tersusun dan membentuk sejumlah “pulau batu”. Di luar itu, pantai yang berjarak sekitar 27 km dari Pulau Belitung ini punya hamparan air jernih kebiruan yang membuatmu ingin segera berenang.

Yang paling khas di Pantai Tanjung Kelayang, Makanan khas Bangka tak boleh kamu lewatkan saat berkunjung ke Pantai Tanjung Kelayang. Kuliner berbahan dasar seafood seperti otak-otak khas Bangka menjadi salah satu hal yang paling dicari oleh wisatawan. Untuk oleh-oleh, kamu bisa membawa pulang sambal rusip atau sambal ikan fermentasi, kemplang, lempok, dan sambal lingkung.

Danau Toba

Danau Toba

Dipercaya sebagai wujud dari sebuah cerita rakyat Sumatra Utara, faktanya Danau Toba adalah salah satu danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara. Danau ini memiliki luas 30 x 300 kilometer dan kedalamannya mencapai lebih dari 500 meter. Yang unik dari destinasi ini adalah adanya pulau kecil bernama Samosir yang berada di tengah danau. Selain itu, suasana sekeliling danau yang rimbun dan masih alami juga menjadi pesona tersendiri.

Yang paling khas di Danau Toba, Mampirlah ke Pulau Samosir dan saksikan pertunjukan boneka Sigale-gale yang konon memiliki kekuatan gaib tapi tetap memikat. Sebelum mendapat pengaruh agama Islam dan Kristen, roh leluhur para penduduk setempat dipercaya berada di balik tiap pertunjukan boneka kayu ini, sehingga boneka bisa bergerak sendiri. Namun sekarang, boneka yang selalu tampil dengan kain ulos ini dipasang tali yang bisa dikontrol agar bergerak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *